Kamis, 07 Januari 2016

CINTA DUNIA


Teringat akan perkataan sang Guru “Kang Haji” Hafidhahullah, bahwasanya beliau sering mengatakan disela-sela materi pengajiannya
حُبُّ الدُّنْيَا رَئْسُ كُلِّ خَطِيْئَةٍ
“Cinta dunia adalah pangkal dari berbagai kesalahan.”
Memang benar, jika semua perbuatan dilandasi dengan cinta dunia baik itu harta, tahta, maupun wanita, maka semuanya itu hanya akan berbuah kesalahan-kesalahan. Siapapun itu, baik kalangan pengangguran, buruh, pelajar atau mahasiswa, pejabat, ilmuan, santri bahkan kiyai sekalipun.
Pernah saya menonton rekaman video suatu acara di salah satu siaran televisi Indonesia. Acara tersebut adalah tentang diskusi antara ulama dengan paranormal atau yang kerap disapa dukun. Dari acara televisi tersebut, saya tahu bahwasanya ketika musim pemilihan tiba, banyak sekali para calon yang datang kepada paranormal dengan tujuan meminta bantuan kepada si paranormal tersebut supaya mereka terpilih menjadi pejabat. Padahal sudah jelas hukumnya bahwasanya meminta bantuan kepada paranormal adalah syirik atau menyekutukan Allah, dan syirik adalah suatu perbuatan yang tidak akan Allah ampuni. Dari sini kita bisa tahu bahwasanya ketika seseorang yang mencalonkan menjadi seorang pejabat, namun dilatar belakangi dengan cinta terhadap dunia yaitu cinta terhadap jabatan, maka ia akan menghalalkan segala cara untuk mendapatkan kedudukannya. Dan banyak lagi contoh yang lainnya.
Oleh karena itu marilah kita bersama-sama untuk berusaha menjauhkan hati kita dari rasa cinta terhadap dunia, karena dunia bersifat sementara dan yang kekal adalah kehidupan di akhirat nanti. Tapi bukan berarti kita meninggalkan dunia seluruhnya, yang saya maksudkan adalah kita jangan terlalu mementingkan dunia sedangkan lupa akan bekal untuk akhirat, padahal Abu Bakar RA berkata:
مَنْ دَخَلَ الْقَبْرَ بِلَا زَادٍ فَكَأَنَّمَا رَكِبَ الْبَحْرَ بِلَا سَفِيْنَةٍ
“Barang siapa yang masuk kedalam kubur tanpa amal kebaikan, maka seperti halnya ia berlayar dilaut tanpa perahu”
Kita bisa bayangkan, jika kita berlayar dilaut tapi tidak menggunakan perahu,maka apa yang akan terjadi? Yang pasti adalah tenggelam, begitu pula jika masuk kubur tanpa amal, maka yang terjadi adalah celaka. نعوذ بالله من ذلك
Oleh sebab itu, mari kita semua berbondong-bondong melakukan amal baik untuk bekal nanti di kehidupan sesudah mati. Mudah-mudahan kita semuanya khususnya bagi diri pribadi dan pembaca, umumnya kepada seluruh umat manusia diberikan keselamatan oleh Allah SWT di dunia dan di akhirat. Amin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar