Selasa, 27 Oktober 2015

MATA DAN MULUT


Pernahkah anda melihat orang yang menangis? Pasti pernah lah bahkan sering. Lalu, pernahkah anda memperhatikan apa yang dilakukannya? Saya rasa, jarang lah bahkan tidak pernah.

Jika kita perhatikan, ada perbedaan antara laki-laki dan perempuan ketika menangis. Dari kebanyakan laki-laki, apabila mereka menangis, yang dilakukan adalah menutup mata atau mukanya, namun kebanyakan dari mereka menutupi matanya. Berbeda dengan perempuan, ketika mereka menangis, yang dilakukannya adalah menutup mulutnya, matanya, atau mukanya, tetapi kebanyakan dari mereka menutupi mulutnya. Percaya atau tidak, insyaallah semua itu tidak salah.

Marilah kita luangkan waktu sejenak untuk bertafakur, kenapa ketika menangis, laki-laki suka menutupi matanya dan perempuan suka menutupi mulutnya?

Mungkin itu adalah sebuah petunjuk bahwa dosa yang paling banyak dilakukan oleh laki-laki adalah matanya dan dosa yang paling banyak dilakukan oleh perempuan adalah mulutnya. mungkin saja seperti itu, dan saya rasa itu ada benarnya juga setelah melihat realita.

Mungkin kita bisa perhatikan, laki-laki lebih suka melihat sesuatu yang indah. Karena ada pepatah mengatakan “Pandangan itu cinta akan keindahan”. Oleh karena itu, tak jarang laki-laki yang menyimpan foto perempuan yang dicintainya untuk ia pandang ketika ia merindukannya. Dan laki-laki juga bisa lebih tahan lama memandang lawan jenisnya daripada perempuan. Dan telah kita ketahui, bahwa memandang lawan jenis secara sengaja adalah perbuatan dosa, apalagi yang dilihatnya adalah aurat lawan jenis yang nantinya akan menjadi syahwat.

Berbeda dengan perempuan, mereka lebih terkenal dengan ghibahnya atau sering kita kenal dengan sebutan gosip. Gosip itu adalah obrolan-obrolan tentang orang lain yang terbukti terjadi, namun apabila yang dibicarakannya tidak terbukti terjadi, maka itu disebut fitnah. Dan itu semuanya adalah perbuatan lisan dan lisan itu berada didalam mulut. Telah kita ketahui bahwasanya ghibah dan fitnah itu adalah perbuatan dosa. Dan dosa ini akan dimaafkan oleh Allah SWT jika telah meminta ridha terhadap orang yang ia ghibahkan. Dan jika tidak mendapatkan Ridha dari orang yang dighibahkannya, maka dia tidak akan mendapatkan ampunan dari Allah SWT.

Astaghfirullahal’adzim……….. Na’udzubillahi min dzalik.

Para pembaca yang budiman, kita harus berhati-hati dengan pandangan dan lisan kita, karena keduanya itu merupakan sumber dimana banyaknya dosa dihasilkan. karena semuanya itu akan dipertanggungjawabkan dihadapan Allah kelak dihari pembalasan. Dikatakan bahwa “Jika kita ingin merasakan lezatnya iman, maka tundukkanlah pandangan!” dan jika kita ingin selamat, maka diam adalah lebih baik, karena lisan bisa melukai hati. Pepatah mengakan “Jika badan terluka, banyak obat yang bisa kita cari, tapi jika hati terluka, kemana obat kita cari?”.


Oleh karena itu, marilah kita jaga pandangan dan lisan kita dari hal-hal yang dilarang oleh Allah SWT. Dan semoga Allah SWT senantiasa memberikan kekuatan dan kesabaran kepada kita untuk menjaga pandagan dan lisan kita dari apa yang dilarang-Nya. Amin ya Robbal ‘Alamin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar